Oleh
: Ninda Eka Nur Vytasari
Gadis berkaca mata itu duduk
termangu di sudut ruangan, tak ada rona kebahagiaan yang terpancar dalam
wajahnya. Gelak tawa teman
disekitarnya mungkin hanya menjadi iklan sesaat, ia pejamkan matanya. Butiran
air mata mulai menetes mengalir ke pipinya, kaca mata yang ia kenakan kini
mulai tertutup embun air mata.
“Dor..!!
Kamu kenapa? Kok nangis?” Tanya
seorang teman dari balik keramaian.











